10 Alasan Mengapa Anda Perlu Mengenal Bitcoin

goosebit advertise 728x90 cheap promotion

Mungkin Anda bisa sampai ke postingan ini karena penasaran kenapa teman-teman Anda mulai membicarakan Bitcoin. Bitcoin adalah mata uang digital yang masih relatif baru yang mulai mencoba menggoyahkan dominasi mata uang digital mainstream. Namun, banyak orang masih belum mengerti mengapa mereka harus menggunakan Bitcoin atau minimal mengenal Bitcoin.

Mengapa Anda harus menggunakan Bitcoin? Anda tidak harus menggunakan Bitcoin, tapi dengan perkembangan zaman yang serba digital ini, sebaiknya Anda sedikit mengenal Bitcoin. Silahkan luangkan waktu sejenak untuk menyimak 10 Alasan Mengapa Anda Perlu Mengenal Bitcoin.

1. Cepat
Melakukan pembayaran online dalam negeri, misalnya internet banking mungkin memang cepat. Tapi bagaimana jika Anda harus melakukan pembayaran antarbank beda negara? Itu membutuhkan waktu beberapa hari hingga dana itu sampai di rekening tujuan. Dengan Bitcoin, hanya tinggal klik, dan dalam hitungan menit, dana Anda akan sampai di tujuan.

2. Murah
Untuk transaksi Bitcoin, misalnya pengiriman Bitcoin, Anda sendiri yang menentukan biaya pengirimannya. Walau kadang ada juga penyedia layanan wallet bitcoin yang menentukan sendiri biayanya. Namun, biaya ini tetap lebih murah dibanding biaya transaksi konvensional. Anda bisa transfer uang 1 Milyar Rupiah bahkan tak terbatas hanya dengan biaya minim, ribuan Rupiah. Bahkan ada penyedia layanan wallet Bitcoin yang menggratiskan layanannya.

3. Terdesentralisasi
Apa yang terjadi di Cyprus pada Maret 2013, tidak akan bisa terjadi pada Bitcoin. Bank Sentral Cyprus berusaha menarik pajak atas tabungan yang dimiliki oleh rakyat Cyprus karena negara tersebut terlilit hutang yang cukup besar. Ini tidak akan terjadi jika Anda menggunakan Bitcoin karena Bitcoin adalah mata uang yang terdesentralisasi. Pemiliknya adalah Anda dan tidak ada otoritas pusat yang memiliki kendali atas asset Anda. Oleh karena itu, bank tidak berhak mengambilnya dari Anda.

4. Tidak dapat dikembalikan
Setelah Bitcoin dikirim, Anda tidak dapat membatalkannya atau mengambilnya tanpa persetujuan dengan penerima. Hal ini dimaksudkan untuk mempersulit terjadinya kecurangan yang sering terjadi pada transaksi kartu kredit, dimana orang melakukan pembelian dan kemudian menghubungi persuahaan kartu kredit untuk melakukan pembatatalan pembayaran yang secara efektif membalikkan transaksi Anda.

5. Anti pencurian informasi
Sebagian besar transaksi online saat ini dilakukan menggunakan kartu kredit atau kartu debit. Ketika Anda melakukan pembayaran dengan kartu kredit, biasanya merchant akan meminta nomor kartu kredit, tanggal kadaluwarsa, dan nomor CSV. Kadang karena kelalaian Anda ataupun kesalah merchant, informasi kartu kredit Anda bocor dan bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tidak heran banyak sekali terjadi kasus pencurian atau penyalahgunaan kartu kredit di dunia ini.

6. Bebas inflasi
Pemerintah bebas mencetak mata uang konvensional negaranya sewaktu – waktu sebanyak yang mereka inginkan. Dan jika uang yang beredar menjadi lebih banyak, maka akan terjadi inflasi. Nilai dari uang Anda akan berkurang. Jika sebelumnya dengan 1.000 Rupiah anda bisa dapat 10 permen. Dengan penurunan nilai uang, bisa saja Anda harus membayar sejumlah yg sama hanya untuk mendapatkan 5 permen. Bitcoin dirancang agar terbebas dari inflasi karena hanya diciptakan sejumlah 21 juta Bitcoin saja. Namun sebaliknya, akan terjadi deflasi, dimana dengan 10.000 Bitcoin dulu hanya mendapatkan 2 loyang pizza, sekarang (4 September 2017) 1 Bitcoin bisa mendapatkan 1 Motor Kawasaki Ninja SE LTD. Ini terjadi karena harga Bitcoin menguat sesuai dengan makin banyaknya peminat.

7. Private
Bitcoin adalah mata uang digital yang relatif private. Di sisi lain, bitcoin juga transparan berkat teknologi Blockchain. Semua orang bisa tahu dengan mudah kemana dan darimana aliran dana dari satu wallet Bitcoin. Tapi, tidak ada yang akan tahu siapa pemilik wallet Bitcoin tersebut. Wallet Bitcoin seperti dompet plastik yang bening. Kita tahu isinya, tapi tidak tahu pemilik dompet tersebut.

8. Tidak perlu percaya orang lain
Dalam sistem perbankan konvensional, Anda harus mempercayai orang untuk menangani uang Anda dengan benar di sepanjang jalan. Anda harus mempercayai bank, misalnya. Anda mungkin harus mempercayai prosesor pembayaran pihak ketiga. Anda sering harus mempercayai pedagang itu juga. Organisasi-organisasi ini menuntut informasi penting dan sensitif dari Anda. Karena bitcoin sepenuhnya terdesentralisasi, Anda tidak perlu mempercayai siapa pun saat menggunakannya. Saat Anda mengirim transaksi, transaksi tersebut ditandatangani secara digital, dan aman. Seorang penambang yang tidak dikenal akan memverifikasinya, dan kemudian transaksi selesai. Pedagang itu bahkan tidak tahu siapa Anda, kecuali jika Anda telah mengatur untuk memberi tahu mereka.

9. Anda pemiliknya
Dengan Bitcoin, Anda memiliki kunci pribadi (private key) dan kunci publik (public key) yang sesuai membentuk alamat dompet Bitcoin. Tidak ada yang dapat mengatur akun Anda. Tidak ada yang dapat menginterfensi dompet Bitcoin Anda. Tidak ada yang dapat mengambilnya dari Anda (kecuali jika Anda menghilangannya sendiri, atau menggunakan layanan dompet Bitcoin berbasis web yang tidak dapat dipercaya).

10. Anda bisa menciptakan uang sendiri
Anda bisa membeli bitcoin di Bitcoin Market Exchange (contoh: Bitcoin.co.id untuk pasar Indonesia), dan Anda juga bisa “menciptakannya” sendiri melalui proses penambangan (mining) jika Anda memiliki daya komputasi yang cukup dan memadai. Menambang Bitcoin memerlukan komputer dengan daya komputasi yang tinggi. Di Indonesia sendiri, sudah banyak terdapat komunitas-komunitas penambang Bitcoin. Bahkan Mining Rig untuk menambang Bitcoin sangat mudah ditemui di marketplace seperi Bukalapak, Tokopedia, dan lainnya. Siapa yang tidak suka komputer mereka dapat menghasilkan uang saat mereka tidur?