Bank Indonesia Mengkaji Blockchain, Bukan Bitcoin

goosebit advertise 728x90 cheap promotion

Bank Indonesia mengkaji Blockchain

Setelah banyaknya beredar kabar mengenai Bank Indonesia yang melarang Bitcoin sebagai metode pembayaran, pada Kamis (26/10/2017) kemarin, bank sentral Indonesia ini menekankan pengkajian teknologi Blockchain untuk dikembangkan. Pengembangan ini bukan dimaksudkan untuk mengizinkan atau melegalkan keberadaan Bitcoin di Indonesia, terutama sebagai alat tukar untuk bertansaksi. Pernyataan Bank Indonesia mengkaji Blockchain ini tentunya bisa cukup berpengaruh bagi perkembangan cryptocurrency di Indonesia.

Blockchain dan Bitcoin itu berbeda

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Eni V. Panggabean menyatakan bahwa Blockchain dengan Bitcoin itu adalah hal yang berbeda walau berhubungan. Blockchain adalah teknologi, sedangkan Bitcoin adalah produknya.

Pemanfaatan teknologi Blockchain

Eni menyampaikan bahwa Blockchain sudah diuji oleh beberapa bank sentral dan teknologi tersebut dinilai bisa dikembangkan dan dimanfaatkan, seperti untuk transfer contohnya. Eni juga menambahkan bahwa teknologi Blockchain sudah mulai digunakan pada industri pasar modal, seperti PT Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI) dan Nasdaq pun tampaknya sudah mulai uji coba dengan teknologi tersebut. Bank Indonesia sendiri masih menjajaki kemungkinan untuk mengembangkan produk tersebut. Jika hasil dari uji coba yang dilakukan oleh beberapa pihak bagus, tentu ada potensi besar untuk memanfaatkan teknologi Blockchain. “Namun, memang harus dipelajari secara detail kekurangan dan kelebihannya, jadi jangan tergesa-gesa,” tutur Eni pada Kamis kemarin.

Eni mengaku belum tahu kegunaan nyata dari teknologi Blockchain. “Intinya, kami akan lihat dulu apa yang bisa dilakukan sistem ini,” ujarnya. Apakah akan digunakan untuk transfer? “kita belum tahu untuk apa tapi kita lihat dulu untuk apa sistem ini. misalnya sektor transportasi, angkatan udara, mereka itu banyak melakukan untuk beberapa sektor terkait dengan finansial.”, jelas Eni.

Sumber: Bisnis.com