Vietnam Melarang Pembayaran Bitcoin, Market Tak Goyah

goosebit advertise 728x90 cheap promotion

Vietnam Melarang Pembayaran Bitcoin

Empat hari telah berlalu sejak State Bank of Vietnam (SBV), mengumumkan bahwa cryptocurrency adalah alat pembayaran yang ilegal di negara tersebut. Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc, pejabat yang menutup akses pembayaran Bitcoin di Vietnam, telah mencapai tujuannya untuk membangun kerangka hukum baru untuk cryptocurrency di Vietnam. Kerangka hukum yang terbentuk itu adalah pelarangan terhadap keberadaan semua cryptocurrency di negara tersebut. Keputusan Vietnam melarang pembayaran Bitcoin dan cryptocurrency ini tentunya akan berdampak pada pertumbuhan bisnis lokal yang sebelumnya memiliki pilihan pembayaran menggunakan mata uang digital tersebut.

Setelah Indonesia menegaskan pelarangannya terhadap Bitcoin sebagai alat pembayaran, Vietnam adalah negara kedua yang secara resmi melarang mata uang digital dan penggunaannya sebagai metode pembayaran. Namun, karena baik Vietnam maupun Indonesia tidak memberikan kontribusi yang besar terhadap keseluruhan volume perdagangan cryptocurrency, pelarangan tersebut diperkirakan hanya akan sedikit berpengaruh pada harga Bitcoin. Hal itu terbukti dengan fakta bahwa Bitcoin beberapa saat yang lalu berhasil mencetak sejarah baru dengan titik tertingginya, yaitu sebesar 7.300 USD.

Institusi lokal terkena dampak

Meskipun larangan tersebut tidak akan mempengaruhi Bitcoin, hal itu berdampak pada institusi lokal. Beberapa hari yang lalu, presiden FPT, sebuah universitas swasta di Vietnam, mengumumkan bahwa universitas tersebut berencana untuk menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran untuk uang sekolah siswa. Menurut Dr. Le Truong Tung, universitas tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak siswa internasional dengan menawarkan pilihan pembayaran Bitcoin. Namun, dengan keputusan Bank Sentral Vietnam melarang pembayaran Bitcoin ini, nampaknya universitas tersebut harus menarik keputusannya untuk menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin.

Sumber: Cointelegraph.com