5 Salah Paham Tentang Bitcoin Oleh Khalayak

goosebit advertise 728x90 cheap promotion

Ketika Anda membicarakan bisnis Anda di dunia Bitcoin, mungkin lawan bicara Anda akan merasa sinis atau skeptis terhadap Anda. Mereka curiga jika kita akan menjadikan mereka “prospek” bisnis MLM atau bisnis ponzi lainnya. Teknologi yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto ini sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak baik oleh khalayak. Anggapan ini pun sering muncul dari kesalahan dalam pemahaman Bitcoin itu sendiri. Tidak jarang kesalahpahaman ini yang lebih gampang tersebar dibandingkan pehamanan Bitcoin yang benar. Dikutip dari The Merkle, berikut adalah 5 salah paham tentang Bitcoin yang umum dan malah banyak dipercaya oleh orang lain.

1. Bitcoin hanya skema ponzi raksasa
Anggapan Bitcoin merupakan skema ponzi ini termasuk salah paham tentang Bitcoin yang paling banyak diartikan dan disebarkan oleh orang. Skema ponzi biasanya melibatkan otoritas terpusat yang berusaha membujuk investor sebanyak mungkin. Mereka biasanya mengiming-imingi calon investor dengan keuntungan yang besar. Dalam skema ini, satu-satunya cara mereka untuk dapat memperoleh keuntungan adalah dengan mengorbankan orang lain. Bitcoin adalah mata uang peer-to-peer yang terdesentralisasi, tidak ada entitas pusat. Bitcoin tidak memerlukan aliran uang yang konstan untuk menopang keberlangsungannya, bukan berarti tidak memerlukan cara baru untuk tetap bertahan.

2. Bitcoin banyak digunakan penjahat
Memang benar bahwa Silk Road, pasar gelap internet yang terkenal menjual obat-obatan terlarang, membantu Bitcoin tumbuh pada 2011. Dua tahun berselang, FBI menutup Silk Road. Tapi aksi itu tak menghentikan Bitcoin berkembang. Baru-baru ini, kapitalisasi pasar Bitcoin disebutkan US$ 16 Miliar. Ini bukti Bitcoin sebagai ekosistem bisnis sah yang terus tumbuh dan diterima pasar. Pebisnis bahkan bisa mendapatkan lisensi khusus yang memungkinkan mereka secara legal menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran. Namun, banyak juga pengguna atau trader Bitcoin yang tidak bertanggung jawab yang menggunakannya untuk kepentingan sendiri, seperti pencucian uang, penjualan gift cards palsu, penjualan voucher keanggotaan game, transaksi senjata ilegal, dan apa pun yang bernilai.

3. Bitcoin hanya bisa dipakai online
Semula memang sangat sulit menggunakan Bitcoin karena hampir tidak ada yang menerima cryptocurrency tersebut. Saat ini, ada ribuan pebisnis menerima Bitcoin di seluruh dunia, dan tidak hanya dapat membeli makanan, tapi juga memotong rambut, menyewa pengacara, dan bahkan mendapatkan tiket kereta. Ada aplikasi yang berguna di luar sana, Bitcoin Map, yang memandu pengguna mengetahui toko/merchant di sekitar mereka yang menerima Bitcoin.

4. Bitcoin mudah dicuri
Hacker atau peretas berhasil mencuri sejumlah besar Bitcoin di masa lalu, tapi itu tidak berarti cryptocurrency ini tidak aman. Sebagian besar pencurian Bitcoin karena pengamanan dompet atau wallet yang tidak memadai. Itulah yang digunakan sebagai celah untuk melakukan pencurian.  Pengguna harus benar-benar mengamankan dompet mereka. Dompet offline adalah cara paling aman menyimpan Bitcoin, dan bahkan penyimpanan offline ini lah yang harus didukung pengembangannya. Sayangnya, di Indonesia kita masih sulit mencari dompet semacam itu. Beberapa wallet offline terbaik pernah diulas di blog ini di postingan 5 Wallet Bitcoin Terbaik.

Perlu Anda ketahui juga bahwa pencurian Bitcoin yang selama ini terjadi bukan karena kesalahan sistem Bitcoin itu sendiri, tapi lebih kepada kecerobohan penggunanya. Sama halnya seperti Facebook Anda yang dihack karena tingkat proteksi akun Anda yang kurang baik atau Anda ceroboh dalam menyimpan data-data Anda yang berhubungan dengan akun Anda sehingga orang mudah mengakses akun Facebook tersebut.

5. Transaksi benar-benar anonim
Meskipun Anda tidak perlu rekening bank atau nomor jaminan sosial untuk membayar dengan Bitcoin, transaksi Anda sebenarnya tidak benar-benar anonim. Setiap transaksi publik tercatat di Blockchain (Rantai Blok, teknologi pendukung Bitcoin), dalam rangka untuk mencegah tindakan tertentu, seperti mengirimkan Bitcoin yang sama dua kali.

Memang, sulit menggunakan transaksi Bitcoin sekaligus mengungkap identitas asli seseorang, tetapi hal tersebut tetap mungkin saja bisa untuk dilakukan. Jika transaksi seseorang dilacak ke bursa, misalnya, mungkin yang berwenang mengungkap identitas melalui surat perintah pengadilan. Untuk melindungi privasi pengguna, alamat Bitcoin seharusnya hanya digunakan sekali.

Demikianlah 5 Salah Paham Tentang Bitcoin Oleh Khalayak yang umum terjadi dan disebarkan. Semoga pemahaman di atas bisa mengubah pola pikir Anda tentang Bitcoin. Akhir kata, tetaplah penasaran dengan Bitcoin.