Apa Terlambat Jika Memulai Investasi Bitcoin Sekarang?

goosebit advertise 728x90 cheap promotion

Memulai investasi Bitcoin memang perlu banyak hal yang perlu diperhitungkan. Dalam memulai sesuatu, banyak orang sering berpikir dan bertanya pada diri mereka sendiri, “Apakah sudah terlambat?”. Modal saja tidak cukup, kesiapan Anda dalam menerima resiko terburuk juga sangat penting dalam memulai sesuatu hal.

Nilai Bitcoin terus melonjak. Selama beberapa bulan terakhir, nilai cryptocurrency ini telah mencapai rekor tertinggi. Mei tahun lalu, satu koin setara dengan $450. Pada awal Mei 2017 ini, nilai tukar Bitcoin membengkak menjadi hampir $3.000 per koin. Tren peningkatan nilai tukar Bitcoin ini bukan secara tiba-tiba. Nilai tukar Bitcoin terus meningkat sejak awal tahun 2008, hampir satu dekade yang lalu. Namun, masih banyak orang yang ragu berinvestasi.

Pencurian dan penggelapan ratusan ribu Bitcoin dari Mt. Gox mungkin masih menghantui investor. Atau mungkin volatilitasnya, karena pasar Bitcoin 26 kali lebih mudah menguap daripada S&P 500, dan kurangnya pengawasan pemerintah semakin membuat investor harus berpikir dua kali untuk berinvestasi pada sektor cryptocurrency. Ini bisa dimengerti karena Bitcoin tidak didukung oleh logam mulia (emas), negara, atau bank. Bitcoin diatur oleh sentimen pasar. Meski ada keunggulan yang jelas bagi pasar yang terstruktur seperti ini, ada kendala dan bahaya serius yang tak bisa diabaikan. Jika Anda mau dam mampu menanggung risikonya, investasi di Bitcoin mungkin merupakan usaha yang berharga.

Apa sebaiknya saya memulai berinvestasi di Bitcoin? Apakah sudah terlambat?
Untuk menjawab pertanyaan ini, silahkan mantapkan keputusan Anda dengan membaca pernyataan berikut.

  • Pertumbuhan yang luar biasa
    Cryptocuurency ini sangat terpuruk ketika terjadi penggelapan Bitcoin senilai jutaan dolar pada tahun 2014, namun dengan cepat pulih dalam rentang waktu dua tahun dan sekarang mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada bulan Februari tahun ini, Bitcoin melampaui harga satu troy ons nilai emas. Pada saat ini (September, 2017) harga 1 Bitcoin setara dengan 60an juta Rupiah. Jika Anda kebetulan menginvestasikan sedikit Bitcoin pada tahun 2011, Anda pasti sudah melihat hasil yang sangat besar hari ini. Misalnya, jika Anda investasi $100 pada kurun waktu tersebut, maka akan membawa Anda pada keuntungan sekitar $600.000 lebih jika Anda menjualnya pada bulan September 2017 ini.
  • Pasokan yang tetap
    Bitcoin hanya diciptakan sebanyak 21 juta Bitcoin. Tidak lebih, tidak kurang. Kemungkinan produksi Bitcoin akan berlangsung hingga sekitar tahun 2140. Setiap tahun, jumlah Bitcoin yang dijadwalkan untuk diedarkan dibagi dua, memperlambat proses secara signifikan. Mata uang dengan pasokan tetap nampaknya berlawanan dengan beberapa hal. Mata uang Fiat (seperti Rupiah) dicetak sesuai kebutuhan. Lebih banyak uang yang beredar seiring berjalannya waktu. Menurut situs Bitcoin, “Bitcoin dimaksudkan untuk berkembang di tahun-tahun awal dan menjadi stabil di tahun-tahun berikutnya… Dengan basis moneter yang stabil dan ekonomi yang stabil, nilai mata uang harus tetap sama.” Meskipun mungkin diprediksi bahwa hasil pasokan yang lebih rendah menyebabkan penimbunan dan deflasi, kemungkinan besar ini tidak akan terjadi pada mata uang digital ini karena pasokannya telah ditetapkan jumlahnya.
  • Bitcoin mungkin cara yang efektif untuk melakukan diversifikasi
    Investor mulai menganggap Bitcoin adalah hal yang serius. Pada tahun 2011, Bitcoin hampir tidak dikenal. Sekarang, Bitcoin secara teratur muncul dalam berita utama. Market-market yang ditujukan untuk perdagangan Bitcoin pun semakin banyak bermunculan. Semakin banyak mata uang digital digunakan untuk transaksi sehari-hari, perdagangan internasional, dan sebagai sarana investasi. Teknologi Bitcoin maupun Blockchain semakin banyak diadopsi dan kepercayaan terhadap mata uang digital ini menguat dengan mantap. Pilihan cryptocurrency sendiri semakin banyak seiring lusinan koin-koin alternatif (altcoins) bersaing berdasarkan teknologi Bitcoin. JP Morgan Chase, Intel, dan Microsoft bahkan mendukung salah satu teknologi Blockchain dari Ethereum.

“Semakin banyak investor mencari peluang unik di luar arena tradisional,” tulis Bobby Cho untuk The Street.
“Bitcoin muncul sebagai kelas aset alternatif yang layak bagi investor institusi dan ritel. Bitcoin memiliki potensi investasi dalam jumlah besar dan tidak seperti produk investasi di dunia saat ini.”

Bitcoin telah tumbuh secara eksponensial. Tapi, pertumbuhan dan perkembangan ini bukan tanpa hambatan atau rintangan. Kasus Mt. Gox adalah salah satu faktor yang cukup mempengaruhi perkembangan Bitcoin dan mata uang digital peer to peer lainnya ke arah yang negatif pada tahun 2014. Jutaan dolar hilang karena penggelapan dan pencurian yang tidak terdeteksi, membuat para pengguna Bitcoin memiliki kekhawatiran tentang keamanan dan kelangsungan Bitcoin untuk jangka panjang. Namun, terbukti hingga saat ini, Bitcoin telah mampu keluar dari badai kekhawatiran tersebut. Mata uang Blockchain ini telah melonjak jauh melampaui puncak sebelumnya.

Kepercayaan pada mata uang Blockchain ini juga sangat berkembang, karena perusahaan raksasa seperti JP Morgan Chase, Intel, dan Microsoft telah menunjukkan dukungan mereka terhadap dunia cryptocurrency. Oleh karena itu, Bitcoin saat ini mengalami adopsi yang lebih luas dan dianggap lebih serius sebagai sarana investasi.

Jika Anda serius untuk menambahkan Bitcoin ke dalam portofolio investasi Anda, Anda harus berhati-hati. Saat berinvestasi dalam cryptocurrency, Anda seharusnya hanya mengambil risiko sesuai dengan kemampuan Anda. Lakukan riset secara pribadi, pantau pertumbuhan, perkembangan, serta berita-berita seputar Bitcoin, dan jangan terlalu percaya terhadap kata orang lain sebelum Anda memastikan sumbernya valid dan kompeten untuk dipercaya. Berinvestasilah dengan sabar dan bijak untuk memperoleh hasil yang maksimal.