Isyarat Bank Sentral India Melarang Cryptocurrency

goosebit advertise 728x90 cheap promotion

Bank Sentral India melarang cryptocurrency?

Bank Sentral India, Reserve Bank of India (RBI), sebelumnya telah mengumumkan rencananya untuk melarang penggunaan mata uang virtual sebagai bentuk pembayaran di India. Adanya pengumuman tersebut seakan menjadi isyarat Bank Sentral India melarang cryptocurrency. Akan sangat menarik dilihat kedepannya, apakah pengumuman tersebut akan berdampak pada lesunya perdagangan cryptocurrency di India atau malah sebaliknya. Namun bagaimanapun, Bank Sentral India ini juga telah menunjukkan dukungannya kepada Blockchain, yang merupakan teknologi di balik cryptocurrency.

Pada sebuah konferensi yang diadakan di Mumbai, India pada 6 November 2017, direktur eksekutif RBI, S Ganesh Kumar, telah mengisyaratkan bahwa mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum tidak diizinkan untuk digunakan secara hukum di seluruh negeri bollywood tersebut.

Our current position on Bitcoins is that we will not be using it for any payments and settlements…though the technology underlying cryptocurrencies will not end.

Prospek positif pada teknologi Blockchain

Meskipun ada penolakan SBI terhadap cryptocurrency, bank sentral ini tampaknya melihat adanya hal yang menjanjikan dalam teknologi Blockchain yang digunakan pada mata uang digital. Dalam komentarnya, Kumar telah menyatakan bahwa teknologi tersebut menunjukkan potensi besar di sektor keuangan. Sebagai buktinya, beberapa bank di India seperti ICICI Bank, Kotak Mahindra Bank, dan Axis Bank sudah menggunakan Blockchain dalam aplikasi seperti transaksi luar negeri dan pengiriman uang internasional.

Pasar mata uang digital yang ada di India

Pasar cryptocurrency di India hanya menyumbang sebagian kecil dari sektor keuangan negara tersebut. Mata uang digital utamanya digunakan sebagai opsi investasi. Mata uang virtual seperti Bitcoin diterima sebagai bentuk pembayaran hanya di beberapa restoran, dan beberapa bursa atau tempat penukaran cryptocurrency yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan mata uang digital sebagai metode pembayaran dari pembelian buku atau tiket film.

Namun, dengan adanya kemungkinan larangan mata uang digital di India ini, telah menimbulkan adanya ketidaksenangan dari para pemain cryptocurrency di sektor perdagangan mata uang virtual di negara tersebut. Menurut pendiri Zebpay, Sandeep Goenka, mereka akan mencoba mengedukasi pemerintah tentang cryptocurrency.

We will do our best to continue with our efforts to educate the government about cryptocurrencies. It can be useful for India by turning the country into a fintech hub, to increase financial inclusion, and there are several other benefits of it.

Sumber: Cointelegraph.com