Setelah Line Pay Sukses, Line Membuat Cryptocurrency?

goosebit advertise 728x90 cheap promotion

Line membuat cryptocurrency?

Di Indonesia, Line merupakan aplikasi instant messaging yang sangat populer. Popularitas yang diperoleh tersebut nampaknya akan dimanfaatkan oleh perusahaan dari aplikasi yang berasal dari Jepang ini. Dikabarkan, Line akan terjun ke dalam sektor cryptocurrency. Ini terbukti dengan dibentuknya Line Financial Corporation sebagai divisi baru untuk memperkuat dan menyukseskan posisi Line dalam bisnis fintech atau teknologi finansial. Akankah Line membuat cryptocurrency? Nampaknya itu akan menjadi topik yang menarik untuk dibahas mengingat pengguna Line jumlahnya yang sangat banyak di dunia, khususnya di Indonesia.

Line Making Their Own Cryptocurrency, Setelah Line Pay Sukses, Line Membuat Cryptocurrency Sendiri

Kesuksesan Line Pay

Berangkat dari Line Pay yang diklaim sukses dengan mencapai volume transaksi global lebih dari 450 miliar yen (sekitar Rp 55 triliun) dan menggaet 40 juta pengguna, Line ingin meningkatkan layanan finansialnya, termasuk transaksi dan penukaran uang digital. Selain transaksi dan penukaran Bitcoin, Ripple, Ethereum, dan mata uang digital lainnya, Line disebut akan membuat semacam marketplace di dalam aplikasi, di mana penggunanya bisa menggunakan mata uang digital untuk mendapat pinjaman atau asuransi.

Perusahaan asal Jepang tersebut mengklaim akan berperan aktif dalam mempromosikan penelitian dan pengembangan teknologi seperti blokchain dan meningkatkan keamanan pesan instan dalam aplikasinya demi keamanan pengguna.

Pendaftaran lisensi cryptocurrency

Techcrunch.com mengabarkan bahwa Line mengaku telah mendaftarkan lisensi cryptocurrency di Jepang, dan saat ini sedang dalam peninjauan. Kabar ini tidak terlalu mengejutkan, karena Jepang sendiri merupakan salah satu pasar cryptocurrency terbesar dan termasuk salah satu yang berpengaruh di dunia saat ini bersama dengan Korea Selatan, Amerika Serikat, dan China. Jepang juga merupakan negara yang telah mendapat payung legal dari pemerintahnya terkait cryptocurrency. Peningkatan layanan fintech ini diharapkan bisa mendorong bisnis Line ke pasar yang lebih kuat dan meraih pengguna global lebih luas. Dengan demikian, Line berharap bisa bersaing dengan Facebook dengan Messenger dan WhatsApp-nya, yang menjadi platform layanan pesan instan terbesar di dunia. Tentu head to head antar instant messaging ini akan menjadi lebih menarik lagi jika kita hubungkan dengan berita beberapa waktu lalu mengenai Facebook yang akan terjun ke sektor cryptocurrency, serta Telegram yang juga dikabarkan akan melakukan ICO untuk token yang kemungkinan akan mereka keluarkan. Apakah Line membuat cryptocurrency, sebagai respon dari apa yang dilakukan kompetitornya? Biarlah waktu yang menjawabnya.

Sumber: Techcrunch.com